Pertimbangan Hukum Hakim dalam Putusan Pembatalan Perkawinan: Analisis Normatif Putusan Pengadilan Agama Mamuju
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam putusan pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama Mamuju serta menilai kesesuaiannya dengan ketentuan Undang-Undang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam, termasuk implikasi hukum yang ditimbulkan bagi para pihak pasca pembatalan perkawinan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif dengan metode deskriptif-analitis melalui pendekatan kasus. Data diperoleh dari bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan, Kompilasi Hukum Islam, serta putusan Pengadilan Agama Mamuju terkait pembatalan perkawinan. Data dianalisis secara kualitatif normatif dengan menafsirkan norma hukum dan mengkaitkannya dengan pertimbangan hakim dalam putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembatalan perkawinan di Pengadilan Agama Mamuju umumnya didasarkan pada adanya cacat hukum yang bersifat substansial, seperti pemalsuan identitas dan paksaan dalam perkawinan. Pertimbangan hukum hakim tidak hanya menekankan aspek kepastian hukum, tetapi juga memperhatikan keadilan dan kemaslahatan, khususnya dalam memberikan perlindungan terhadap anak dan pihak yang beritikad baik. Putusan pembatalan perkawinan dinyatakan tidak sah sejak awal, namun tetap mengedepankan perlindungan hak-hak perdata tertentu. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya kajian hukum keluarga Islam melalui analisis praktik pembatalan perkawinan di tingkat pengadilan agama wilayah Indonesia Timur. Orisinalitas penelitian terletak pada fokus kajian terhadap pertimbangan hukum hakim Pengadilan Agama Mamuju yang dikaitkan secara integratif antara hukum Islam, hukum positif, dan konteks sosial lokal.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ade, D., Salma, & Elfia. (2025). Pembatalan perkawinan dalam hukum Islam dan komparasinya dengan hukum positif Indonesia. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(6). https://doi.org/10.56338/jks.v8i6.7942
Adrian, L. M., & Sanjaya, U. H. (2025). Application of Article 27 paragraph (2) of the Marriage Law on the misconception of the applicant in marriage annulment. Domus Legalis Cogitatio, 2(1). https://doi.org/10.24002/dlc.v2i1.9879
Afda’u, F. (2025). Analisis yuridis pembatalan perkawinan dan pelaksanaannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019. Madani Legal Review.
Afda’u, F., Astuti, P. J., & Indriastuti, D. E. (2024). Unregistered marriage practices and their consequences in Indonesia. Al Mashaadir: Jurnal Ilmu Syariah, 5(1). https://doi.org/10.52029/jis.v5i1.170
Afkarsis, M., & Permana, R. S. (2024). Restoration of rights against marriage annulment due to legal defects. Proceedings of the International Conference on Law and Public Policy (ICLaPH 2023).
Aisyah, P. N. (2021). Determination of guardian at KUA for marriage. IAIN Padangsidimpuan Repository.
Ananda, D. P., Eliyani, E., Saputra, A., & Fakhruzzaini, M. (2025). Pembatalan perkawinan karena paksaan orang tua: Analisis putusan Pengadilan Agama Palembang. Jurnal Teologi Islam.
Apriyani, E. P., Muchtar, M. I., & Rapung, R. (2025). Annulment of marriage due to identity forgery in the perspective of Islamic law. Journal of Family Law and Islamic Court, 3(1). https://doi.org/10.26618/jflic.v3i1.16919
Baharuddin, R. A., Asni, A., & Mapuna, H. D. (2023). Pembatalan perkawinan akibat pemalsuan identitas dalam perspektif hukum Islam. Qadauna: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Hukum Keluarga Islam, 5(1). https://doi.org/10.24252/qadauna.v5i1.30102
Basri, J., Saepullah, U., & Yuniardi, H. (2025). The legal validity of mediation in marriage annulment cases without the respondent’s presence. Sakina: Journal of Family Studies, 9(3). https://doi.org/10.18860/jfs.v9i3.18261
Billah, Y. R. (2024). Prevention of falsification of polygamous marriage identity in Lampung Province. SMART: Journal of Sharia, Tradition, and Modernity.
Dysmala, E., Djuwita, T. M., & Utama, S. M. (2024). Legal certainty of nullification of marriage according to Islamic syari’ah. European Journal of Law and Political Science, 3(4). https://doi.org/10.24018/ejpolitics.2024.3.4.149
Hariri, M. R., & Fawzi, R. (2025). Analisis putusan hakim terhadap penolakan gugatan pembatalan perkawinan karena paksaan. Jurnal Riset Hukum Keluarga Islam, 5(1). https://doi.org/10.29313/jrhki.v5i1.6491
Hidayat, M., & Sarbini, I. (2025). Perlindungan hukum bagi calon pengantin atas batalnya perkawinan. NALAR: Journal of Law and Sharia, 2(2). https://doi.org/10.61461/nlr.v2i2.90
Intihani, S. N. (2024). Pembatalan perkawinan dan pelaksanaannya di Indonesia. Jurnal Hukum Jurisdictie, 6(1). https://doi.org/10.34005/jhj.v6i1.168
Kirana, R. F., Hidayat, M. Y., & Alfarisi, S. (2025). Analisis yuridis pembatalan perkawinan akibat pemalsuan identitas. Jurnal Tana Mana.
Lestari, G. A., Jannah, S., & Kurniawati, D. A. (2024). Analisis yuridis pembatalan perkawinan akibat perkawinan paksa. Hikmatina: Jurnal Ilmiah Hukum Keluarga Islam.
Mulqiatama, F., & Dharsana, I. M. P. (2025). Annulment of marriage due to identity fraud based on the Marriage Law and the Compilation of Islamic Law. Asian Journal of Engineering, Social and Health, 4(1). https://doi.org/10.46799/ajesh.v4i1.522
Ni’mah, F. F., & Suhessyani, A. E. (2022). Legal research against marriage cancellation due to identity falsification. Journal of Social Sciences and Humanities, 1(3). https://doi.org/10.56943/jssh.v1i3.152
Nurunnisa, N., Erliyani, R., Hermawan, G. F., & Abdelhadi, Y. M. M. (2025). Implications of annulment of marriage on the distribution of joint assets. Syariah: Jurnal Hukum dan Pemikiran, 23(1). https://doi.org/10.18592/sjhp.v23i1.9523
Priyanka, N. A. (2024). Analisa yuridis pembatalan perkawinan karena kawin paksa. Kabilah: Journal of Social Community, 9(14). https://doi.org/10.24260/kabilah.v9i14.402
Rosikhun, & Irsan. (2025). Pembatalan perkawinan karena paksaan orang tua dalam perspektif hukum Islam dan hukum positif Indonesia. USRAH: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 6(4). https://doi.org/10.46773/usrah.v6i4.2405
Santoso, E., & Setiawan, Y. E. (2025). Pembatalan perkawinan anak di bawah usia minimal karena unsur paksaan orang tua. Reformasi Hukum, 26(1). https://doi.org/10.46257/jrh.v26i1.349
Suryaningsih, F. S., & Hayati, A. (2023). Peran dan kedudukan KUA dalam pengajuan pembatalan perkawinan akibat pemalsuan identitas. Al-Manhaj: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial Islam, 5(1). https://doi.org/10.37680/almanhaj.v5i1.2490
Zainuri, S. (2025). Status perkawinan suami istri pasca pembatalan perkawinan Islam di Indonesia. Ulumuddin: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman, 9(1). https://doi.org/10.47200/ulumuddin.v9i1.285